Sepenggal Harap Di Episode Akhir Ramadhan

Ya Rabb, kaki ini melangkah lemah diantara mereka yang merayakan malam takbiran.. Hati dan lidahku berseru takbir, tahmid dan tahlil dengan tengadah tanganku memohon ampun padamu, hamba penuh dosa..

Ya Allah ijinkanlah aku menjumpaimu, walau hanya di pengalan terakhir ramadhan, setelah sekian malam aku hanya bergulat dengan dunia. Seharian aku dikejar amanah “cita2 masa depan” yang semakin menghabiskan waktuku. Bahkan aku terpaksa harus ditempat kerja mengingat target pekerjaan yang tak mengenal toleransi.

Ramadhan kali ini menyisakan banyak ‘PR’ untuk evaluasi; Bacaan Al-Qur’anku tertinggal waktu. Malu pada jam yang tetap istiqomah berputar, tapi amalanku tak pernah mau untuk istiqomah berjalan. Tarawih dan Qiyamu Lail semauku, apakah Engkau terima Ya Rabb? hanya Engkau yang maha menentukan hasil dari semua usaha, aku tak sanggup mendengarkan hasil perhitunga-Mu saat ini.

Amalanku yang dijejali riya’ semoga Engkau ampuni. Berapa kali shadaqohku? Ah lagi-lagi aku malu pada kotak shodaqoh, pada tangan kanan kiri yang selalu melihat ketika kurogoh uang saku. Yang kumasukkan hanya secarik uang kertas yang paling kecil dan lusuh. betapa memelukannya aku yaa rabb…

Ramadhan kali ini menyisakan sayatan pilu di ruhaniku. Aku tak mampu menghisab diri dari kebaikan dan keburukan, dari amalan dan dosa, apalagi dari ikhlas dan riya’. Bukan terlalu banyak, tapi terlalu kecil dan tak ter-indera. Semuanya aku kembalikan pada-Mu, 30 hari kulewati tanpa makna secuil pun yang tergores di kalbu. Bukan ini mauku … Bukan ini tujuanku … Tapi inilah yang sudah kudapat sampai saat ini … Sebuah keterlambatan …

Ya Allah, terangkanlah padaku tentang makna keterlambatan. Semuanya sudah berjalan jauh, tapi aku masih berlari kecil di tempat. Lelah ini kulahap sendiri. Ingin rasanya berlari sekencang mungkin untuk menyusul mereka yang telah jauh, tapi ramadhanMu telah berlalu .

Aku sangat menyadari betapa tidak pantasnya diri ini menerima anugerah-Mu itu. Tapi, apakah salah jika manusia dungu dan hina ini menginginkan syurga-Mu ya Rabb? …

Ya Allah … Ya Rabb … ijinkanlah bertemu ramadhanMu ditahun berikutnya, Karena aku tidak tahu apakah tahun depan bisa berjumpa Ramadhan lagi dan berjuang mendapat anugerah-Mu itu… Allahuma Amin..

TAQABALLAHU MINNA WAMINKUM… MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: