Pesugihan Al-Fatihah; Lecehkan Al-Qur’an!

Mekanisme Mendapatkan Pesugihan Al-Fatihah

Untuk mendapatkan Pesugihan Al-Fatihah, bisa datang ke alamat penyelenggara dan bisa jarak jauh. Sama saja, waktu proses s/d pencairan uangnya, maksimal adalah 3 hari setelah penyerahan data-data diri dan amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara.

Untuk mekanisme datang ke alamat penyelenggara, lakukan konfirmasi mau datang minimal 3 hari sebelumnya. Setelah mendapatkan konfirmasi izin kedatangan dari penyelenggara, silakan langsung datang ke alamat penyelenggara, nanti menginap di alamat penyelenggara sambil menunggu proses s/d pencairan uangnya maksimal 3 hari, sudah disediakan tempat peristirahatannya, nanti uang hasil pesugihannya bisa langsung dibawa pulang berupa tunai atau bisa juga langsung dimasukkan ke rekening bank kalau mau demi keamanannya. Tidak ada proses ritual yang perlu dilaksanakan atau diikuti. Terima bersih.

Untuk mekanisme jarak jauh, amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara, ditransferkan ke rekening bank manajemen bagian keuangan penyelenggara berikut:


Rekening BCA
no. 54 500 99 726
a/n Aditya Nandiasa Adenan

atau


Rekening Bank Mandiri
no. 07 00 00 578 678 0
a/n Aditya Nandiasa Adenan

Kalau sudah dipastikan masuk transferannya, silakan lakukan konfirmasi telah mentransferkan amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara sekaligus sebutkan nominalnya. Selanjutnya, silakan meng-sms-kan data-data dirinya. Selanjutnya, manajemen penyelenggara akan mengkonfirmasikan penerimaan amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara sekaligus data-data dirinya. Selanjutnya, manajemen penyelenggara akan memprosesnya s/d pencairan uangnya maksimal 3 hari. Uang hasil pesugihannya akan dimasukkan ke rekening bank yang diserahkan, kalau sudah dipastikan masuk, manajemen penyelenggara akan mengkonfirmasikannya. Tidak ada proses ritual yang perlu dilaksanakan atau diikuti. Terima bersih.
Source: http://www.pesugihanalfatihah.com/mekanisme.html

Nominal Amal Pesugihan Al-Fatihah

Penyelenggara menentukan amal berupa uang yang harus diserahkan adalah senilai:
1. 1 juta Rupiah untuk mendapatkan bantuan senilai s/d maksimal 500 juta Rupiah.
2. 5 juta Rupiah untuk mendapatkan bantuan senilai di atas 500 juta Rupiah s/d maksimal
1 miliar Rupiah.
3. 10 juta Rupiah untuk mendapatkan bantuan senilai di atas 1 miliar Rupiah s/d maksimal
1,5 miliar Rupiah.
4. 15 juta Rupiah untuk mendapatkan bantuan senilai di atas 1,5 miliar Rupiah s/d maksimal
2 miliar Rupiah.
5. 20 juta Rupiah untuk mendapatkan bantuan senilai di atas 2 miliar Rupiah s/d maksimal
2,5 miliar Rupiah.

Amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara tersebut, 85% akan dialokasikan untuk Dana Siaga Bencana Alam untuk Program Bantuan Amal Korban Bencana Alam yang diadakan juga oleh penyelenggara. Dana Siaga Bencana Alam tersebut dikumpulkan di rekening bank manajemen bagian keuangan penyelenggara dan pada saat terjadi bencana alam di wilayah manapun di nusantara Indonesia, dana tersebut disalurkan kepada korban bencana alam tersebut oleh Tim Penyalur Bantuan Amal Korban Bencana Alam yang terdiri dari relawan-relawan yang dulu juga pernah menjadi korban bencana tsunami di Nangroe Aceh Darussalam.

Menurut hamba Allah jin Muslim dan hamba Allah seorang manusia yang bekerjasama dengannya memberikan Pesugihan Al-Fatihah, amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara tersebut adalah wujud kepedulian dan pengorbanan orang-orang yang membutuhkan bantuan melalui Pesugihan Al-Fatihah terhadap sesamanya yang juga sedang kesulitan karena tertimpa musibah bencana alam sehingga orang-orang tersebut pun berhak untuk mendapatkan bantuan lewat Pesugihan Al-Fatihah.

15% dari amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara tersebut akan dialokasikan untuk mendanai kegiatan-kegiatan keagamaan atau dakwah yang juga diselenggarakan oleh penyelenggara. Amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara tersebut adalah nilai paten yang tidak bisa ditawar dan wajib diserahkan di awal sebelum mendapatkan bantuan melalui Pesugihan Al-Fatihah. Penyelenggara Pesugihan Al-Fatihah sedikitpun tidak menggunakan amal berupa uang senilai yang ditentukan penyelenggara tersebut untuk kebutuhan atau kepentingan pribadi. Penyelenggara setiap bulannya mendapatkan jatah uang senilai 2,5 miliar Rupiah dari hamba Allah jin Muslim dan seorang manusia yang bekerjasama dengannya memberikan Pesugihan Al-Fatihah. Penyelenggara terdiri dari manajemen bagian pengiriman uang hasil pesugihan, bagian penanganan, bagian penjadwalan, bagian keuangan, bagian pelayanan dan bagian hubungan masyarakat.
http://www.pesugihanalfatihah.com/nominal.html

Mengandung Unsur Gharar Atau Tidak Jelas
MUI Jatim: MLM Haram!

Jumat, 1 Januari 2010 | 07:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk bisnis multi level marketing (MLM). Bisnis MLM ini diharamkan, karena dalam prakteknya terdapat unsur gharar atau ketidakjelasan dan semacam bujukan.

Fatwa haram untuk bisnis MLM ini dikeluarkan MUI Jatim setelah melalui pembahasan dalam rapat kerja yang digelar di Wisma Sejahtera, Surabaya, Kamis (31/12).

Hukum haram untuk bisnis model MLM ini merupakan satu di antara 15 item yang akan direkomendasikan MUI Jatim kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jatim.

Menurut Kyai Haji Abdus Somad Buchori Ketua MUI Jatim, diharamkannya bisnis MLM tersebut sebenarnya sudah lama. Fatwa haram ini dikeluarkan, karena dalam praktiknya bisnis MLM terdapat unsur gharar atau ketidakjelasan dan ada semacam bujukan. Akibatnya, yang ikut dalam bisnis tersebut banyak yang menjadi korban.

Abdus Somad menambahkan, dalam Islam prinsip jual beli harus ada barangnya, ada transaksinya dan kedua belah pihak saling setuju.

Berbeda dengan bisnis MLM yang hanya mengutamakan keuntungan semata dan murni kapitalistik.

Sebagai contoh, Abdus Somad menyebut kasus MLM Pohon Emas atau Pomas, yang dulu banyak memakan korban. Pada saat itu, banyak orang tertarik dan menyerahkan hartanya untuk mendapatkan keuntungan dari poin Pomas yang nilainya berlipat ganda dari harta yang diserahkan.

Fatwa haram untuk bisnis MLM ini bertujuan agar umat muslim bisa berbisnis dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam.

Jika fatwa ini tidak dihiraukan, maka MUI Jatim mengembalikan kepada pelaku bisnis yang bersangkutan. Pihaknya hanya bisa merekomendasikan kepada pemerintah agar disosialisasikan dan ditindaklanjuti.
http://www.inilah.com/read/detail/25…tim-mlm-haram/

—————-

Ini sebenarnya salah satu bentuk pelecehan ayat-ayat al-Qur’an. Untuk mencegah korban, sebaiknya aparat keamanan segera bertindak. Sudah kenyang pengalaman kita, model-model MLM seperti ini, biasanya di akhiri dengan penipuan besar-besaran pesertanya.

7 Komentar »

  1. Yudi said

    Alhamdulillah, saya tidak sampai menjadi korban pesugihan alfatihah ini, ternyata Allah masih memberikan petunjuknya kepada saya. Semoga Saudara2 sekalian dpt lebih berhati-hati, dan bagi yg telah tertipu semoga ini menjadi pelajaran bagi Saudara2 khususnya dan bagi kita semua pada umumnya.
    Semula memang saya tertarik dan ingin mengikuti program ini, namun setelah saya pelajari, memang sangat janggal….
    Perlu Saudara2 ketahui, bahwa beberapa persyaratan mengikuti pesugihan tsb adalah dengan memberikan data-data lengkap seperti nama lengkap, alamat, nama ibu kandung dan nomor rekening bank. Padahal data-data tersebut sangatlah fatal akibatnya jika diberikan kepada orang lain, mengapa ? karena dengan diketahuinya data-data tsb bisa saja, rekening bank kita justru malah dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang mengaku-ngaku bahwa rekening yg kita miliki itu adalah miliknya. Hal yang sangat fatal salah satunya adalah nama ibu kandung yg kita berikan kepada penjahat tsb. di bank manapun Saudara2 membuka rekening, nama ibu kandung adalah hal yg bersifat pribadi dan sangat rahasia, karena hal tsb adalah untuk memverifikasi bahwa rekening yg ada di bank tsb apakah benar2 milik Saudara atau bukan. Jadi berhati-hatilah Saudara2ku, jgnlah kita sembarangan memberikan data-data pribadi kita apalagi yg berkaitan dengan data keuangan kita…

  2. Abdoel said

    sudah banyak korban dari pesugihan Al-Fatehah laknatullah ini cuma mereka tidak mau berkomentar mungkin karena malu atau bagaimana, sekarang mari kita bersama – sama meberikan penjelasan dan gambaran seperti fatwa MUI diatas kepada calon korban yang mungkin kita ketahui atau kita dengar agar tidak jatuh lagi korban -korban baru lagi-dan ada apa di balik ini kenapa surat Al-Fatehah di buat bahan untuk menipu-siapakah mereka muslim atau bukan

  3. Assalamu”alaikum Pak Ustad,
    tolong-2 bagaimana nich kok sdh banyak peserta yang menyatakan dibohongi/ditipu. lha terus . . . .masak orang yang terkenal dari serambi mekah menipu sasama muslim kok yo kebangetan gitu, jadinya orang-2 ditempat kami Kaltim ada sekitar 350 org pada bertanya-2 dan malah mau menanyakan ke Polish dan kantor pos tentang alamat di blang bintang 127 ini, mhon diino balik pak Ust. wassalam.-

    • Betul sekali pesugihan alfatikhah itu hanya kedok penipuan belaka. itulah kafir laknat, kami salah satu korban dari Jawa Timur. Tangkap dan pancung saja lehernya…..Biadab sekali……

    • el said

      waalaikum salam…

      yang saya hormati bapak bambang subroto.
      saran saya silahkan bapak pelajari tentang UUD ITE, dan jika memungkinkan bapak bisa berkonsultasi kantor polisi unit cyber crime
      demikian tanggapan saya.

      terimakasih atas kunjungan dan komentar bapak.
      wassalam

  4. Assalamu”alaikum wr wb, pak Ustad
    Kami mau bertanya Pak, kami berniat ikutan menjadi anggota pesugihan Alfathah, yang ada di Nangro Aceh darusalam oleh penyelenggara kami diwajibkan menyetor uang minimal 1 juta dan akan mendapat pengembalian melalui pesugihan Alfatihah sampai dengan Rp 500 juta, dan bagaimana mnurut Bapak mohon penjelasan, terima kasih.

    Warm regards

    • el said

      wa alaikum salam…
      Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk bisnis multi level marketing (MLM).
      Bisnis MLM ini diharamkan, karena dalam prakteknya terdapat unsur gharar atau ketidakjelasan dan semacam bujukan.
      Dalam Islam prinsip jual beli harus ada barangnya, ada transaksinya dan kedua belah pihak saling setuju.

      jadi saudaraku jangan terjebak dengan iming2 keuntungan yang berlipat-lipat, yang pada berujung penipuan besar-besaran
      demikian penjelasan saya..

      wassalam

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: